, , ,

Ular Piton 5 Meter Ditangkap di Palopo Saat Mode Berburu Kucing

oleh -747 Dilihat

Wawasan Palopo – Warga di salah satu permukiman di Kota Palopo digegerkan dengan kemunculan seekor ular piton sepanjang sekitar 5 meter yang berkeliaran di sekitar rumah warga. Ular besar itu diduga sedang dalam mode berburu, setelah beberapa hari terakhir sejumlah kucing peliharaan warga menghilang secara misterius.

Ditemukan Warga Saat Patroli Malam

Insiden ini terjadi pada Sabtu malam ketika beberapa warga melakukan patroli lingkungan karena adanya laporan hilangnya hewan peliharaan. Saat menyisir area kebun dan semak-semak di belakang rumah penduduk, warga menemukan seekor piton besar yang bergerak lambat namun tampak agresif.

“Gerakannya pelan tapi matanya fokus. Seperti sedang mencari mangsa,” ujar salah seorang warga.

Ular itu sempat mencoba kabur ke arah parit, namun cepat diamankan oleh warga menggunakan alat seadanya sebelum akhirnya dievakuasi.

Diduga Memangsa Kucing Peliharaan

Beberapa warga mengaku kehilangan kucing dalam sepekan terakhir. Hilangnya hewan peliharaan itu awalnya dianggap lumrah, namun baru disadari setelah munculnya piton besar di sekitar permukiman.

Warga menduga kuat piton tersebut telah memangsa beberapa kucing karena ukuran perutnya tampak membesar dan pola pergerakannya menunjukkan tanda-tanda selesai berburu.

“Kayaknya bukan sekali makan. Perutnya besar, dan selama seminggu ini dua kucing saya hilang,” ujar seorang warga lainnya.

Ular Piton
Ular Piton

Baca juga: SatLantas Polres Palopo Benarkan 11 Titik Operasi Zebra

Proses Evakuasi Berjalan Dramatis

Evakuasi ular berlangsung menegangkan. Ukuran tubuh yang besar membuat warga kesulitan mengendalikan gerakan piton yang berusaha melilit siapa saja yang berada dekat dengannya. Meski demikian, kerja sama warga berhasil membuat ular tersebut akhirnya dapat diamankan tanpa korban.

Setelah ditangkap, piton diikat menggunakan tali dan dimasukkan ke karung besar sebelum dibawa ke tempat aman.

Diserahkan ke Petugas Pemadam atau KPH

Warga berencana menyerahkan piton tersebut ke petugas Pemadam Kebakaran atau Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) untuk ditindaklanjuti. Hewan itu diperkirakan berasal dari kawasan hutan atau sungai yang tidak terlalu jauh dari permukiman.

Menurut warga, kemunculan ular besar di lingkungan padat penduduk biasanya terjadi saat musim hujan, ketika habitat ular tergenang atau sumber pakan di alam berkurang.

Warga Diminta Lebih Waspada

Setelah kejadian ini, masyarakat sekitar diimbau untuk lebih waspada, terutama saat malam hari. Anak-anak dan hewan peliharaan disarankan tidak dibiarkan berada di luar rumah sendirian.

“Ular besar seperti ini biasanya tidak hanya datang sekali. Bisa jadi ada lainnya di sekitar,” kata salah satu tokoh masyarakat setempat.

Ia juga meminta warga segera melapor apabila melihat satwa liar agar bisa ditangani pihak berwenang dengan aman.

Fenomena yang Perlu Diwaspadai

Kemunculan piton di permukiman kerap terjadi di beberapa daerah di Sulawesi akibat pergeseran habitat dan semakin banyaknya wilayah hutan yang berubah fungsi. Ular yang masuk permukiman biasanya mencari mangsa kecil seperti ayam, kucing, atau hewan ternak lainnya.

Otoritas lingkungan setempat disarankan untuk memantau kondisi habitat sekitar agar kejadian serupa bisa dicegah.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.