, ,

Warga Palopo Keluhkan Air PDAM Terganggu Sejak 2024, Tagihan Tetap Tinggi

oleh -38 Dilihat

Wawasan Palopo – Sejumlah warga di Kota Palopo mengeluhkan pelayanan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dinilai tidak maksimal sejak tahun 2024. Gangguan distribusi air yang kerap terjadi membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, ironisnya tagihan air tetap tinggi meski pasokan tidak lancar.

Keluhan tersebut disampaikan warga dari beberapa kelurahan yang mengaku air sering tidak mengalir, terutama pada jam-jam tertentu, bahkan ada yang hanya mengalir beberapa kali dalam sepekan.

Air Sering Tidak Mengalir, Aktivitas Warga Terganggu

Warga menyebut gangguan distribusi air sudah berlangsung cukup lama dan belum menunjukkan perbaikan signifikan. Kondisi ini sangat berdampak pada aktivitas rumah tangga, mulai dari memasak, mencuci, hingga kebutuhan sanitasi.

“Kadang air tidak mengalir sama sekali, kalaupun mengalir tekanannya kecil. Tapi setiap bulan kami tetap bayar mahal,” ujar salah seorang warga Palopo.

Sebagian warga terpaksa membeli air bersih dari pihak lain atau menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tagihan Dinilai Tidak Seimbang dengan Pelayanan

Selain masalah pasokan, warga juga mengeluhkan besarnya tagihan PDAM yang dianggap tidak sebanding dengan kualitas pelayanan yang diterima. Beberapa pelanggan mengaku tagihan bulanan tidak mengalami penurunan meski air jarang mengalir.

“Kami heran, air sering mati tapi tagihan tetap normal bahkan naik. Ini sangat memberatkan,” keluh warga lainnya.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait sistem pencatatan meter air dan kebijakan penagihan yang diterapkan PDAM.

Warga Palopo
Warga Palopo

Baca juga: Wadirut Bulog Kunjungi Pabrik Sagu di Palopo, Dorong Pemda Se-Luwu Raya Jaga Kelestarian Pohon Sagu

Gangguan Berlangsung Sejak 2024

Menurut warga, gangguan distribusi air sudah dirasakan sejak awal 2024 dan terus berlanjut hingga kini. Meski keluhan telah disampaikan ke pihak terkait, masyarakat menilai respons dan solusi yang diberikan belum menyentuh akar persoalan.

Warga berharap ada langkah konkret dan transparan dari PDAM untuk menjelaskan penyebab gangguan serta rencana perbaikannya.

Warga Minta Evaluasi dan Perbaikan Menyeluruh

Masyarakat mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan PDAM Palopo, baik dari sisi teknis distribusi, kondisi jaringan pipa, hingga sistem penagihan. Mereka juga meminta agar PDAM lebih terbuka dalam menyampaikan informasi kepada pelanggan.

“Kami butuh kepastian. Kalau memang ada perbaikan, sampaikan dengan jelas. Jangan sampai pelanggan terus dirugikan,” ujar salah satu tokoh warga.

Harapan Ada Kebijakan Keringanan Tagihan

Di tengah kondisi pasokan air yang tidak stabil, warga berharap adanya kebijakan keringanan atau penyesuaian tagihan sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan. Menurut mereka, pelanggan seharusnya tidak dibebani biaya penuh jika air tidak mengalir secara normal.

Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan air bersih milik daerah.

Peran Pemda Dinanti

Warga juga berharap Pemerintah Kota Palopo turun tangan untuk memastikan PDAM memberikan pelayanan yang layak. Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara adil dan berkelanjutan.

Masyarakat menilai pengawasan dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar permasalahan ini tidak terus berlarut-larut.

Pelayanan Air Bersih Jadi Sorotan Publik

Persoalan PDAM Palopo ini menjadi sorotan publik dan mencerminkan tantangan pelayanan dasar di daerah. Warga berharap keluhan yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti dengan solusi nyata, bukan sekadar janji perbaikan.

“Air bersih itu kebutuhan pokok. Kami hanya ingin pelayanan yang sesuai dengan apa yang kami bayar,” pungkas warga.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.