, , ,

UIN Palopo Tegaskan Korban Pencabulan Oknum Guru Besar Bukan Mahasiswinya

oleh -90 Dilihat

Wawasan Palopo – Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menegaskan bahwa korban dalam kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang oknum guru besar di lingkungan kampus tersebut bukan merupakan mahasiswi UIN Palopo. Penegasan ini disampaikan pihak kampus untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Pihak universitas menilai klarifikasi ini penting guna mencegah kesalahpahaman yang dapat berdampak pada citra institusi serta memberikan kejelasan bagi sivitas akademika dan publik.

Klarifikasi Resmi Pihak Kampus

Melalui pernyataan resminya, UIN Palopo menjelaskan bahwa berdasarkan data dan hasil penelusuran internal, korban dalam perkara tersebut tidak memiliki status sebagai mahasiswa aktif maupun alumni UIN Palopo. Dengan demikian, pihak kampus memastikan tidak ada mahasiswi UIN Palopo yang menjadi korban dalam kasus ini.

Meski demikian, UIN Palopo menegaskan tidak menoleransi segala bentuk kekerasan seksual dan tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Tetap Dukung Proses Hukum

UIN Palopo menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh penegakan hukum dan menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pihak universitas juga menegaskan akan bersikap kooperatif apabila dibutuhkan keterangan tambahan oleh pihak berwenang, termasuk memberikan akses informasi yang diperlukan sepanjang sesuai dengan prosedur hukum.

Oknum Guru Besar
Oknum Guru Besar

Baca juga: Nia Rahmah Dinobatkan Menjadi Puteri Indonesia Kota Palopo

Langkah Internal dan Evaluasi

Sebagai bentuk tanggung jawab institusional, UIN Palopo menyebutkan telah melakukan langkah-langkah internal, termasuk evaluasi terhadap oknum yang bersangkutan sesuai dengan aturan kepegawaian dan ketentuan disiplin aparatur sipil negara maupun regulasi internal kampus.

Kampus menegaskan bahwa setiap tenaga pendidik dan pejabat akademik wajib menjunjung tinggi nilai moral, etika, dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.

Komitmen Ciptakan Kampus Aman

UIN Palopo menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, bermartabat, dan bebas dari kekerasan seksual. Berbagai kebijakan pencegahan terus diperkuat, termasuk sosialisasi etika akademik, mekanisme pelaporan, serta perlindungan terhadap korban.

Pihak universitas juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama menjaga integritas dan nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan di UIN Palopo.

Imbauan kepada Publik

UIN Palopo mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap menghormati asas praduga tak bersalah. Kampus berharap publik dapat menilai persoalan ini secara objektif serta memberi ruang bagi proses hukum berjalan secara adil dan transparan.

Dengan klarifikasi ini, UIN Palopo berharap tidak terjadi stigma negatif terhadap mahasiswa maupun institusi, sembari menegaskan sikap tegas terhadap segala bentuk pelanggaran hukum dan etika.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.