, , ,

Viral Siswa SMP di Palopo Dikeroyok Teman di Sekolah, Polisi Turun Tangan

oleh -2318 Dilihat

Wawasan Palopo – Sebuah video yang memperlihatkan seorang siswa SMP di Kota Palopo dikeroyok oleh teman-temannya di lingkungan sekolah mendadak viral di media sosial. Peristiwa ini memantik perhatian publik karena terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi anak-anak menimba ilmu.

Video Pengeroyokan Beredar Luas

Dalam rekaman berdurasi sekitar 30 detik itu, terlihat seorang siswa berseragam putih biru dipukul dan ditendang oleh beberapa temannya di halaman sekolah. Siswa malang tersebut hanya bisa menunduk dan mencoba melindungi diri tanpa ada upaya perlawanan.

Video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform, termasuk WhatsApp dan Instagram, sehingga memicu kecaman dari warganet. Banyak yang menilai aksi tersebut sebagai bentuk perundungan yang harus segera ditangani agar tidak terulang lagi.

Polisi Turun Tangan

Kapolres Palopo, AKBP Safaruddin, menegaskan pihaknya sudah menerima laporan terkait peristiwa tersebut. Polisi langsung mendatangi sekolah tempat kejadian untuk melakukan klarifikasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah, korban, serta orang tua. Saat ini para pelaku pengeroyokan masih berstatus anak di bawah umur sehingga penanganan dilakukan dengan hati-hati, sesuai aturan yang berlaku,” ujar Safaruddin, Sabtu (13/9/2025).

Ia menambahkan, pihak kepolisian juga melibatkan Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) dalam penanganan kasus ini.

Dikeroyok Teman
Dikeroyok Teman

Baca juga: Laporan Dugaan Dosen Penyuka Sesama Jenis Lecehkan Mahasiswa Palopo Ditolak

Reaksi Pihak Sekolah

Kepala sekolah SMP tersebut mengaku sangat menyesalkan insiden itu. Menurutnya, pihak sekolah sebenarnya sudah berupaya melakukan pengawasan, tetapi aksi kekerasan berlangsung begitu cepat tanpa diketahui guru yang bertugas.

“Kami sangat menyesal dan akan memperketat pengawasan. Kami juga akan memberikan sanksi tegas kepada pelaku sesuai aturan tata tertib sekolah,” ujarnya.

Trauma pada Korban

Korban pengeroyokan disebut mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh dan kini dalam pemantauan orang tua. Selain luka fisik, korban juga mengalami trauma psikologis akibat dipermalukan di depan teman-temannya dan videonya tersebar luas.

Pihak kepolisian bersama Dinas Perlindungan Anak Kota Palopo menyiapkan pendampingan psikologis untuk memulihkan mental korban.

Dikecam Publik, Pemkot Diminta Bertindak

Peristiwa ini menuai sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk aktivis pendidikan dan pemerhati anak di Kota Palopo. Mereka mendesak pemerintah kota bersama Dinas Pendidikan turun tangan serius menanggulangi perundungan di sekolah.

“Kasus ini jangan dianggap sepele. Jika tidak ditangani serius, perundungan akan terus berulang dan merusak masa depan generasi muda,” kata Nurhayati, aktivis pendidikan di Palopo.

Pentingnya Edukasi Anti-Bullying

Kasus pengeroyokan siswa SMP di Palopo ini kembali mengingatkan bahwa praktik bullying masih menjadi masalah serius di dunia pendidikan. Para pakar menilai perlu adanya program edukasi anti-bullying yang lebih masif, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

“Guru harus lebih aktif membangun komunikasi dengan siswa, sementara orang tua juga harus peka terhadap perubahan perilaku anak di rumah,” kata seorang psikolog anak di Makassar.

Menunggu Penyelesaian Kasus

Kini, publik menanti langkah lebih lanjut dari pihak kepolisian dan sekolah dalam menangani kasus ini. Harapannya, insiden pengeroyokan ini bisa menjadi titik balik untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bebas kekerasan.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.