Wawasan Palopo – Universitas Muhammadiyah Palopo (UMB) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas lulusan dengan memfasilitasi alumni agar bisa meniti karier di luar negeri. Langkah ini merupakan bagian dari program internasionalisasi kampus sekaligus upaya menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Peluang Karier di Mancanegara
Rektor UMB Palopo menyampaikan bahwa pihak kampus telah menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga penyalur tenaga kerja profesional di luar negeri, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, teknologi, dan perhotelan.
“Alumni kita harus siap bersaing, tidak hanya di tingkat lokal atau nasional, tetapi juga global. Karena itu, UMB membuka jalan agar mereka bisa berkarier di luar negeri dengan legal, aman, dan sesuai kompetensi,” ujar Rektor.
Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kampus di mata calon mahasiswa baru, karena UMB tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga memberi jaminan akses ke dunia kerja yang lebih luas.
Kerja Sama Strategis
UMB Palopo telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan beberapa mitra, baik di dalam maupun luar negeri. Kerja sama ini mencakup rekrutmen tenaga kerja, pelatihan bahasa asing, hingga sertifikasi keahlian sesuai standar internasional.
“Sebagian besar mitra meminta alumni yang memiliki skill komunikasi bahasa Inggris atau bahasa asing lain. Karena itu, kampus akan menyiapkan kursus intensif agar alumni siap terjun ke dunia kerja global,” jelas Wakil Rektor Bidang Akademik.

Baca juga: Amartha Danai 700.000 Pelaku UMKM di Sulawesi, Dorong Ekonomi Daerah
Antusiasme Alumni
Sambutan positif datang dari para alumni. Banyak yang menilai program ini menjadi solusi konkret atas sulitnya mencari pekerjaan di dalam negeri.
“Saya sangat terbantu dengan program ini. Sejak kuliah, saya sudah bermimpi bisa bekerja di luar negeri, dan ternyata kampus membuka jalan itu,” ujar salah satu alumni UMB Palopo dari Fakultas Kesehatan.
Dorong Remitansi dan Citra Kampus
Selain membuka peluang kerja, program ini juga diyakini mampu memberi kontribusi bagi peningkatan remitansi daerah. Alumni yang bekerja di luar negeri akan mengirimkan penghasilan ke keluarga di tanah air, sehingga membantu roda perekonomian lokal.
Tidak hanya itu, kiprah alumni di kancah internasional juga akan mendongkrak citra positif UMB Palopo sebagai kampus yang berorientasi global.
Harapan Berkelanjutan
Pihak kampus menegaskan bahwa program fasilitasi alumni ke luar negeri bukanlah agenda sesaat, melainkan bagian dari roadmap jangka panjang UMB. Ke depan, universitas ini berkomitmen memperluas jejaring mitra di lebih banyak negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Timur Tengah.
“Kami ingin UMB Palopo dikenal bukan hanya sebagai kampus daerah, tetapi sebagai kampus dengan lulusan berkelas dunia,” tegas Rektor.





