Wawasan Palopo – Jalur utama poros Palopo–Bastem, yang menghubungkan Kota Palopo, Sulawesi Selatan, dengan Kabupaten Luwu, kembali mengalami longsor parah. Peristiwa tersebut terjadi di kilometer 12 dan kilometer 14, menyebabkan akses transportasi terganggu dan sejumlah kendaraan sempat tertahan selama berjam-jam.
Longsor dilaporkan terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah pegunungan selama dua hari berturut-turut. Material tanah, batu, dan pohon tumbang menutupi sebagian badan jalan, membuat jalur vital tersebut nyaris tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.
Longsor Terjadi Setelah Hujan Deras
Menurut keterangan warga setempat, hujan deras mulai mengguyur kawasan tersebut sejak Selasa sore (tanggal disesuaikan) hingga Rabu dini hari. Sekitar pukul 03.00 WITA, terdengar suara gemuruh dari arah tebing, yang kemudian disusul dengan longsoran besar di dua titik sekaligus.
“Awalnya kami kira hanya suara petir, tapi ternyata tebing runtuh. Batu dan lumpur menutupi jalan, bahkan ada pohon besar ikut roboh,” ujar Rahman, warga sekitar yang turut membantu evakuasi.
Petugas dari BPBD Kota Palopo bersama aparat kepolisian dan warga langsung turun ke lokasi untuk membersihkan material longsor agar akses bisa segera dibuka kembali.
Arus Lalu Lintas Terganggu
Akibat kejadian ini, arus kendaraan dari dan menuju Bastem terpaksa dialihkan sementara. Beberapa kendaraan roda dua masih bisa melintas dengan hati-hati, namun kendaraan besar seperti mobil dan truk harus berhenti total.
“Kami imbau pengguna jalan untuk tidak memaksakan diri melintas dulu, karena kondisi tanah di sekitar tebing masih labil dan berpotensi longsor susulan,” kata Kepala BPBD Palopo, Ahmad Hasyim.
Ia menambahkan, hingga Rabu siang, alat berat sudah dikerahkan ke lokasi untuk menyingkirkan material lumpur dan batu besar yang menutupi jalan di titik kilometer 12. Sementara itu, titik kilometer 14 masih menunggu peralatan tambahan karena medan yang lebih curam dan sulit dijangkau.

baca juga: Kasat Binmas Polres Palopo Pantau Pembangunan Pos Satkamling
Warga Diminta Waspada Longsor Susulan
BPBD mengingatkan warga dan pengendara agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat curah hujan di wilayah Palopo bagian utara dan Bastem masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Kami terus berkoordinasi dengan BMKG dan aparat desa setempat untuk memantau kondisi cuaca dan stabilitas tanah. Kalau curah hujan masih tinggi, lebih baik tunda perjalanan,” ujar Ahmad Hasyim.
Selain longsor di dua titik tersebut, dilaporkan pula adanya retakan di beberapa bagian tebing di sekitar kilometer 10 dan 15 yang berpotensi membahayakan pengguna jalan jika tidak segera ditangani.
Aktivitas Warga Terganggu
Longsor ini juga berdampak pada aktivitas warga di sekitar lokasi. Beberapa warga yang biasa beraktivitas ke Palopo untuk berdagang atau bekerja terpaksa tidak bisa berangkat.
“Biasanya kami ke pasar di Palopo setiap pagi. Tapi sejak kemarin tidak bisa lewat karena jalan tertutup tanah dan batu,” ujar Sukma, warga Bastem.
Pihak pemerintah daerah bersama TNI dan Polri terus berupaya membuka akses secepatnya agar distribusi barang dan kebutuhan pokok tidak terganggu.
Pemerintah Siapkan Langkah Darurat
Menanggapi bencana ini, Pemerintah Kota Palopo menyiapkan langkah tanggap darurat, termasuk penyediaan posko logistik dan tim siaga bencana di sekitar titik rawan longsor.
“Kami sudah menyiagakan tim di lokasi untuk membantu warga yang terisolasi dan memastikan arus barang kebutuhan pokok tidak terputus,” kata Sekda Kota Palopo dalam keterangannya.
Pemerintah juga meminta bantuan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel untuk segera mengirimkan alat berat tambahan guna mempercepat proses pembersihan material.
BMKG: Curah Hujan Masih Tinggi
Sementara itu, BMKG Wilayah IV Makassar memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah Luwu Raya dalam dua hingga tiga hari ke depan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
“Kami mengimbau masyarakat di daerah lereng dan perbukitan untuk tetap siaga, terutama pada malam hingga dini hari saat curah hujan cenderung meningkat,” ujar perwakilan BMKG.
Harapan Warga
Warga berharap agar pemerintah segera memperbaiki jalur poros Palopo–Bastem, mengingat jalur ini merupakan satu-satunya akses utama penghubung antara Palopo dan wilayah Bastem yang menjadi jalur ekonomi dan logistik penting.
“Kami berharap perbaikan bisa cepat dilakukan, karena kalau akses tertutup lama, harga barang di Bastem bisa naik,” tutur Sukma.
Untuk sementara, warga diimbau tidak memaksakan diri melintasi jalur tersebut hingga kondisi benar-benar aman dan seluruh material longsor berhasil dibersihkan.





