, , ,

Pendemo ‘Sandera’ Tronton di Depan Kantor DPRD Palopo

oleh -266 Dilihat

Wawasan Palopo – Aksi unjuk rasa berlangsung ricuh di depan Kantor DPRD Kota Palopo, Senin. Sejumlah pendemo dilaporkan menyandera sebuah truk tronton dengan cara memarkirkannya melintang di badan jalan, sehingga arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat lumpuh total.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes massa terhadap kebijakan yang dinilai merugikan kelompok mereka. Pendemo menuntut agar pimpinan DPRD Palopo menemui mereka dan memberikan kejelasan atas tuntutan yang disuarakan.

Tronton Diparkir Melintang, Akses Jalan Lumpuh

Dalam aksi itu, sebuah truk tronton sengaja dihentikan tepat di depan gerbang kantor DPRD Palopo. Kendaraan besar tersebut diparkir melintang hingga menutup hampir seluruh badan jalan, menyebabkan antrean kendaraan mengular dari berbagai arah.

Sejumlah pengendara terpaksa memutar balik, sementara sebagian lainnya memilih menunggu hingga situasi kembali kondusif.

Pendemo Desak DPRD Temui Massa

Para pendemo menegaskan aksi “penyanderaan” tronton tersebut dilakukan sebagai bentuk tekanan agar aspirasi mereka tidak diabaikan. Massa meminta pimpinan DPRD Palopo turun langsung menemui pendemo dan mendengarkan tuntutan yang disampaikan.

Mereka mengaku telah berulang kali menyampaikan aspirasi melalui jalur formal, namun belum mendapatkan respons yang memuaskan.

DPRD Palopo
DPRD Palopo

Baca juga: PMI Serahkan Bantuan Kemanusiaan 2.000 Ton ke Pemprov Aceh

Aparat Kepolisian Lakukan Pengamanan Ketat

Aparat kepolisian dari Polres Palopo terlihat berjaga ketat di sekitar lokasi aksi. Petugas berupaya melakukan pendekatan persuasif agar pendemo membuka akses jalan dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Negosiasi antara aparat dan koordinator aksi berlangsung cukup alot. Polisi mengingatkan bahwa tindakan memblokade jalan dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi melanggar hukum.

Lalu Lintas Dialihkan Sementara

Akibat aksi tersebut, pihak kepolisian terpaksa mengalihkan arus lalu lintas ke sejumlah jalur alternatif untuk mengurai kemacetan. Pengendara diimbau mencari jalur lain dan menghindari kawasan kantor DPRD hingga situasi dinyatakan aman.

Petugas lalu lintas tampak bekerja ekstra mengatur kendaraan agar kemacetan tidak meluas ke ruas jalan lain.

DPRD Janji Menindaklanjuti Aspirasi

Setelah beberapa waktu, perwakilan DPRD akhirnya bersedia menemui massa aksi. Dalam pertemuan tersebut, pihak DPRD berjanji akan menindaklanjuti tuntutan pendemo sesuai mekanisme yang berlaku.

Pendemo kemudian membuka blokade jalan dan truk tronton yang sempat “disandera” akhirnya diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Situasi di sekitar kantor DPRD Palopo pun berangsur kembali normal.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.