, , ,

Heboh Kafe di Palopo Bikin Menu Pakai Nama Kelamin, Pemilik Minta Maaf

oleh -271 Dilihat

Wawasan Palopo – Sebuah kafe di Kota Palopo menjadi sorotan publik setelah nama menu yang digunakan dinilai tidak pantas karena memakai istilah yang merujuk pada organ kelamin. Konten menu tersebut viral di media sosial dan menuai beragam reaksi dari masyarakat, mulai dari kritik keras hingga desakan agar pengelola kafe memberikan klarifikasi.

Menanggapi polemik yang berkembang, pemilik kafe akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

Viral di Media Sosial, Picu Pro dan Kontra

Kehebohan bermula saat foto daftar menu kafe tersebut beredar luas di media sosial. Nama menu yang dianggap vulgar dan tidak sesuai norma kesopanan langsung menuai kecaman dari warganet, tokoh masyarakat, hingga pemerhati budaya lokal.

Sebagian netizen menilai penggunaan nama menu tersebut sebagai strategi pemasaran yang tidak etis, sementara lainnya menganggapnya tidak sensitif terhadap nilai budaya dan norma masyarakat Palopo.

Dinilai Tidak Sesuai Norma dan Budaya Lokal

Palopo dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai adat, agama, dan kesopanan. Karena itu, penggunaan istilah yang merujuk pada organ intim dalam ruang publik dinilai mencederai norma sosial yang berlaku.

“Ini bukan sekadar soal kreativitas bisnis, tetapi juga soal etika dan menghormati nilai masyarakat,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Kafe di Palopo
Kafe di Palopo

Baca juga: RSUD Sawerigading Palopo Mengutus Seorang Dokter ke Lokasi Bencana Alam di Aceh dan Sumatra

Pemilik Kafe Sampaikan Permintaan Maaf

Menanggapi reaksi publik yang semakin meluas, pemilik kafe akhirnya angkat bicara. Dalam pernyataan resminya, pemilik menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Palopo atas kegaduhan yang terjadi.

Pemilik mengaku tidak bermaksud menyinggung atau meresahkan masyarakat dan menyatakan bahwa penamaan menu tersebut murni sebagai upaya promosi tanpa mempertimbangkan dampak sosial yang ditimbulkan.

“Kami menyadari kesalahan dan meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami,” ujar pemilik kafe.

Menu Kontroversial Ditarik dan Diganti

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak kafe menyatakan telah menarik dan mengganti nama menu yang menuai kontroversi tersebut. Pengelola juga berkomitmen untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam menyusun konsep promosi ke depan.

Langkah ini diapresiasi sebagian warga sebagai bentuk itikad baik untuk meredam polemik.

Respons Pemerintah dan Aparat Setempat

Pemerintah setempat dikabarkan turut memantau perkembangan kasus ini. Aparat dan instansi terkait mengingatkan para pelaku usaha kuliner agar menjalankan usaha dengan tetap mengedepankan etika, norma, dan kearifan lokal.

“Pelaku usaha harus kreatif, tapi juga bertanggung jawab secara sosial,” ujar perwakilan pemerintah daerah.

Pelajaran bagi Pelaku Usaha Kuliner

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi pelaku usaha, khususnya di sektor kuliner dan hiburan, agar kreativitas pemasaran tidak melanggar norma kesopanan. Viralitas di media sosial dinilai tidak selalu berdampak positif jika dilakukan tanpa pertimbangan matang.

Para pelaku usaha diimbau untuk memahami karakter dan nilai masyarakat setempat sebelum meluncurkan strategi promosi.

Harapan Masyarakat Palopo

Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Pelaku usaha diminta untuk lebih bijak dalam berinovasi agar iklim usaha tetap kondusif dan tidak menimbulkan keresahan.

Dengan adanya klarifikasi dan permintaan maaf dari pemilik kafe, warga berharap polemik ini dapat diselesaikan secara baik dan menjadi pembelajaran bersama.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.