Wawasan Palopo — Suasana panas mewarnai proses eksekusi lahan dan bangunan Hotel Platinum Palopo pada Rabu pagi. Aksi penolakan dari massa yang mengaku sebagai pihak terdampak membuat eksekusi sempat tertunda. Kericuhan pecah saat sebagian massa menyiram oli bekas ke lantai hotel untuk menghambat langkah petugas Pengadilan Negeri Palopo.
Eksekusi dilakukan berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Namun, kehadiran massa yang menolak pelaksanaan keputusan memicu ketegangan tinggi di area hotel.
Massa Hadang Petugas dan Siram Oli ke Area Eksekusi
Situasi mulai memanas ketika juru sita bersama aparat keamanan hendak memasuki lobi hotel. Sejumlah massa langsung menghadang dan berteriak meminta eksekusi dihentikan. Mereka kemudian menyiramkan oli bekas ke lantai lobi hotel, membuat area tersebut licin dan sulit dilalui.
Aksi itu dilakukan untuk memperlambat pergerakan tim eksekutor dan mempersulit aktivitas pemindahan aset.
“Ini belum selesai secara adat dan belum ada penyelesaian yang kami anggap adil,” teriak salah satu anggota massa yang menolak eksekusi.
Petugas sempat kewalahan mengatur situasi karena lantai licin dan massa terus berusaha mendekat ke titik eksekusi.
Aparat Kepolisian Perketat Pengamanan
Ratusan personel Polres Palopo diterjunkan untuk mengamankan jalannya eksekusi. Mereka membentuk barikade di pintu masuk hotel guna mencegah massa masuk lebih jauh.
Kapolres Palopo yang berada di lokasi mengimbau massa untuk tidak melakukan tindakan anarkis dan tetap mengikuti proses sesuai hukum.
“Kami mengutamakan langkah persuasif, namun tindakan tegas akan diambil jika ada aksi yang membahayakan keselamatan petugas maupun masyarakat,” ujarnya.
Polisi juga mengevakuasi beberapa pegawai hotel yang masih berada di dalam area bangunan untuk menghindari potensi benturan.

Baca juga: Pajak Palopo bersama KP2KP Makale Gelar Kelas Pajak Untuk Bendahara Daerah
Pengadilan: Eksekusi Sesuai Putusan Berkekuatan Hukum Tetap
Pihak Pengadilan Negeri Palopo menegaskan bahwa eksekusi dilakukan sesuai prosedur dan berdasarkan putusan yang sudah inkrah. Juru sita menjelaskan bahwa pemberitahuan eksekusi telah disampaikan kepada para pihak jauh hari sebelumnya.
“Putusan ini sudah final. Eksekusi merupakan kewajiban pengadilan untuk menjalankannya, bukan pilihan,” ujar juru sita.
Pihak pengadilan menyayangkan adanya tindakan penghambatan, namun tetap memastikan eksekusi selesai dilaksanakan meski mendapat perlawanan di lapangan.
Pemilik Lama Klaim Dirugikan, Pemilik Baru Minta Kepastian Aset
Kericuhan juga dipicu oleh konflik kepemilikan antara pihak lama dan pihak yang memenangkan perkara. Mereka yang menolak eksekusi mengaku belum menerima keputusan tersebut secara menyeluruh dan menganggap masih ada sengketa administratif yang belum ditangani.
Di sisi lain, pihak yang memenangkan perkara menegaskan bahwa mereka berhak menerima aset tanpa hambatan.
“Kami hanya meminta hak kami yang diakui pengadilan. Sudah terlalu lama kami menunggu,” ujar perwakilan pihak pemenang.
Proses Eksekusi Akhirnya Tetap Dilanjutkan
Meski sempat tertahan karena lantai penuh oli dan massa terus bersorak menolak, petugas akhirnya berhasil masuk ke area hotel setelah dilakukan pembersihan oleh tim kebersihan dan bantuan aparat.
Proses inventarisasi aset dan pengosongan ruangan berlangsung secara bertahap. Aparat terus bersiaga untuk mencegah benturan lebih lanjut.
Warga Sekitar Mengaku Resah
Kericuhan yang berlangsung beberapa jam ini membuat warga sekitar hotel merasa khawatir. Sejumlah pedagang mengaku tutup lebih awal karena takut situasi makin memburuk.
“Kami takut ada lemparan atau keributan lebih besar, jadi lebih baik tutup dulu,” ungkap salah satu pedagang dekat lokasi.
Aksi Berlanjut, Koalisi Kuasa Hukum Siapkan Langkah Praperadilan
Pihak penolak eksekusi melalui kuasa hukumnya berencana mengajukan langkah hukum lanjutan. Mereka menilai terdapat prosedur yang tidak tepat dilakukan dalam proses pelaksanaan.
“Masih ada upaya hukum yang tersedia. Kami akan tempuh jalur itu,” kata kuasa hukum mereka.
Pengamanan Tetap Diperketat Hingga Kondisi Kondusif
Hingga siang hari, aparat masih berjaga di lokasi untuk memastikan tidak ada aksi lanjutan yang mengganggu ketertiban umum. Polisi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak jelas terkait eksekusi hotel tersebut.





