Wawasan Palopo – Memasuki awal tahun 2026, Perum Bulog Cabang Palopo mulai melakukan penyerapan gabah hasil panen petani di sejumlah wilayah kerja. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga gabah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP).
Penyerapan gabah tersebut menyasar sentra-sentra produksi padi di wilayah Luwu Raya dan sekitarnya yang mulai memasuki masa panen pada Januari 2026.
Dukung Petani di Masa Panen Awal Tahun
Pimpinan Perum Bulog Cabang Palopo menyampaikan bahwa serapan gabah di awal tahun menjadi momentum penting untuk melindungi petani dari fluktuasi harga yang kerap terjadi saat musim panen.
“Sejak awal Januari 2026, kami sudah turun langsung ke lapangan untuk menyerap gabah petani sesuai harga pembelian pemerintah (HPP),” ujarnya.
Dengan adanya pembelian langsung oleh Bulog, petani diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada tengkulak yang kerap menekan harga di bawah standar.
Harga Sesuai HPP, Proses Transparan
Bulog Palopo menegaskan bahwa penyerapan dilakukan sesuai ketentuan pemerintah, baik untuk gabah kering panen (GKP) maupun gabah kering giling (GKG). Selain harga yang sesuai HPP, proses penimbangan dan pembayaran dilakukan secara transparan.
Petani yang menjual gabah ke Bulog juga tidak dipersulit secara administrasi, selama kualitas gabah memenuhi standar yang ditetapkan.
“Kami ingin petani merasa aman dan nyaman menjual hasil panennya kepada Bulog,” kata pihak Bulog.

Baca juga: Kebakaran Hanguskan Rumah-Toko Mebel di Palopo, 1 Orang Tewas
Sinergi dengan TNI, Pemda, dan Penyuluh Pertanian
Dalam pelaksanaan serap gabah, Bulog Palopo bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, pemerintah daerah, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL). Kolaborasi ini bertujuan memastikan kegiatan penyerapan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Pendampingan di tingkat petani juga dinilai penting untuk memberikan pemahaman terkait standar kualitas gabah serta mekanisme penjualan ke Bulog.
Perkuat Stok Beras Pemerintah
Selain melindungi petani, serapan gabah ini juga bertujuan memperkuat stok beras nasional, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan bagian utara. Gabah yang diserap akan diproses menjadi beras dan disimpan sebagai cadangan beras pemerintah.
Stok tersebut nantinya digunakan untuk berbagai program strategis, seperti bantuan pangan, stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), serta kebutuhan darurat lainnya.
Target Serapan Terus Dikejar Sepanjang Musim Panen
Bulog Palopo menargetkan serapan gabah akan terus ditingkatkan seiring berjalannya musim panen di berbagai daerah. Petani diimbau untuk memanfaatkan keberadaan Bulog sebagai mitra penjualan hasil pertanian.
“Kami siap menjemput gabah petani, baik secara individu maupun melalui kelompok tani,” pungkasnya.
Dengan dimulainya serap gabah sejak awal tahun, diharapkan roda perekonomian petani tetap berputar dan ketahanan pangan daerah dapat terjaga secara berkelanjutan.





