Wawasan Palopo – Di sela aktivitasnya sebagai kepala daerah, Wali Kota Palopo menunjukkan kedekatan dengan masyarakat. Seusai menjalankan agenda pemerintahan, orang nomor satu di Palopo itu tampak mampir membeli takjil di kawasan Surutanga, menjelang waktu berbuka puasa.
Kehadiran wali kota di tengah keramaian pedagang dan pembeli takjil sontak menarik perhatian warga. Tanpa pengawalan berlebihan, ia tampak santai berbaur dengan masyarakat.
Suasana Sore Penuh Keakraban
Menjelang waktu berbuka, kawasan Surutanga memang dikenal ramai dengan pedagang takjil yang menjajakan aneka makanan dan minuman. Wali kota terlihat menyusuri lapak-lapak pedagang sambil menyapa warga dan pedagang yang ditemuinya.
Sesekali, ia berbincang ringan, menanyakan kondisi usaha para pedagang, serta harga dagangan yang dijual. Suasana akrab pun tercipta, memperlihatkan hubungan yang hangat antara pemimpin daerah dan warganya.
Dukungan untuk Pedagang Kecil
Aksi sederhana dengan membeli takjil langsung dari pedagang kecil ini dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha mikro. Wali kota menyampaikan bahwa keberadaan pedagang takjil musiman sangat membantu perekonomian masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.
Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya menciptakan iklim yang kondusif agar UMKM dapat tumbuh dan berkembang, termasuk melalui penataan lokasi berjualan yang nyaman dan aman.

Baca juga: Baznas Palopo Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 1447 H, Tertinggi Rp40.000 Per Jiwa
Warga Antusias dan Apresiasi
Kehadiran wali kota di lokasi penjualan takjil disambut antusias warga. Beberapa di antaranya bahkan mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel. Warga mengaku senang karena pemimpinnya mau turun langsung dan berbaur tanpa sekat.
“Jarang-jarang bisa ketemu langsung, apalagi beliau datang santai seperti ini,” ujar salah seorang warga.
Momen Sederhana, Pesan Kebersamaan
Bagi wali kota, momen membeli takjil sepulang kantor bukan sekadar aktivitas pribadi, tetapi juga sarana untuk melihat langsung dinamika masyarakat di lapangan. Ia menilai interaksi sederhana seperti ini penting untuk menjaga kedekatan emosional antara pemerintah dan warga.
Melalui kebersamaan di bulan Ramadan, diharapkan terbangun rasa saling peduli, kebersamaan, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Palopo.
Ramadan dan Kehangatan Kota Palopo
Momen tersebut menjadi gambaran suasana Ramadan di Kota Palopo yang penuh kehangatan. Aktivitas ekonomi masyarakat berjalan, interaksi sosial terjaga, dan nilai-nilai kebersamaan semakin terasa.
Warga berharap, kedekatan seperti ini terus terjalin sehingga aspirasi masyarakat dapat tersampaikan langsung, sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan rakyatnya.