Wawasan Palopo — Tiga sekolah dasar (SD) di Kota Palopo dipastikan akan diliburkan besok sebagai dampak dari rencana eksekusi Hotel Platinum. Keputusan tersebut diambil demi menjaga keamanan dan kenyamanan para siswa yang berpotensi terdampak aktivitas eksekusi yang diperkirakan memicu keramaian hingga pengalihan arus lalu lintas.
Tiga Sekolah di Sekitar Lokasi Eksekusi Terimbas
Sekolah yang terdampak berada tidak jauh dari area Hotel Platinum, sehingga dinilai rawan jika kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Pemerintah kota bersama Dinas Pendidikan Palopo sepakat mengambil langkah preventif dengan meliburkan siswa selama satu hari.
Langkah ini juga diputuskan setelah mempertimbangkan potensi kerumunan masyarakat, kehadiran aparat keamanan, serta peralatan berat yang biasanya digunakan dalam proses eksekusi aset sengketa.
Dinas Pendidikan: Keselamatan Siswa Prioritas
Kepala Dinas Pendidikan Palopo menegaskan bahwa keputusan meliburkan tiga SD merupakan bentuk antisipasi agar anak-anak tidak terpapar situasi lapangan yang tidak kondusif.
“Keselamatan siswa adalah prioritas utama. Kami tidak ingin proses belajar terganggu oleh situasi yang tidak dapat diprediksi selama eksekusi berlangsung,” ujarnya.
Pihak sekolah telah diberi instruksi untuk menginformasikan kebijakan ini kepada orang tua melalui grup WhatsApp kelas dan papan pengumuman sekolah.

Baca juga: Wali Kota Terima Audiensi Kepala Cabang BPJS Kesehatan Palopo
Pengamanan Diperketat, Arus Lalu Lintas Berpotensi Dialihkan
Proses eksekusi Hotel Platinum diperkirakan akan melibatkan aparat gabungan sebagai langkah menjaga kelancaran dan keamanan. Pengamanan di sekitar area akan diperketat, termasuk kemungkinan penutupan sebagian ruas jalan.
Satlantas Polres Palopo sudah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas apabila terjadi penumpukan kendaraan. Warga diimbau menghindari jalur sekitar hotel dan memilih alternatif lain selama proses berlangsung.
Wali Kota Minta Warga Tenang
Wali Kota Palopo mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas terkait eksekusi tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota hanya memastikan kondisi lingkungan tetap kondusif.
“Eksekusi ini adalah proses hukum. Tugas kami mengatur situasi agar masyarakat tidak ikut terdampak, terutama anak-anak sekolah,” tegasnya.
Kegiatan Belajar Kembali Normal Setelah Proses Eksekusi
Dinas Pendidikan memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di tiga SD tersebut akan kembali normal sehari setelah eksekusi selesai. Namun apabila terjadi perkembangan di lapangan yang memerlukan penyesuaian, pihak sekolah akan segera diberi instruksi lanjutan.
Orang tua juga diminta tetap memantau informasi terbaru dari pihak sekolah untuk mengantisipasi perubahan kebijakan secara mendadak.





