Wawasan Palopo – Suasana rapat paripurna DPRD Kota Palopo yang semestinya berjalan lancar, mendadak ricuh. Tiga fraksi memilih walk out dari ruang sidang setelah mengetahui Wali Kota Palopo, Naili Trisal, tidak hadir dalam agenda penting tersebut.
Paripurna Sepi Kehadiran Wali Kota
Agenda paripurna yang digelar di ruang rapat utama DPRD Palopo awalnya membahas laporan kebijakan pembangunan daerah sekaligus evaluasi program strategis kota. Kehadiran wali kota dinilai sangat krusial karena menyangkut tanggung jawab eksekutif dalam mempertanggungjawabkan kinerja pemerintahannya.
Namun, hingga rapat dimulai, kursi yang disediakan untuk wali kota tetap kosong. Kondisi ini langsung menimbulkan reaksi keras dari sejumlah anggota dewan.
Tiga Fraksi Ambil Sikap Tegas
Merasa forum tidak berjalan sebagaimana mestinya, tiga fraksi DPRD Palopo, yakni Fraksi Gerindra, Fraksi Demokrat, dan Fraksi NasDem, memutuskan meninggalkan ruangan. Mereka menilai absennya wali kota tanpa keterangan jelas merupakan bentuk pelecehan terhadap lembaga legislatif.
“Kami hadir untuk mendengar penjelasan langsung dari wali kota, bukan dari perwakilan. Kalau wali kota tidak menghargai forum ini, maka lebih baik kami keluar,” tegas salah satu juru bicara fraksi yang walk out.

Baca juga: Djamari Chaniago dan Ahmad Dofiri Dianugerahi Kenaikan Pangkat Istimewa
Paripurna Tetap Berjalan Timpang
Meski ditinggalkan oleh tiga fraksi, pimpinan sidang tetap melanjutkan paripurna dengan jumlah peserta yang tersisa. Beberapa anggota dewan yang bertahan menyayangkan keputusan walk out, namun tetap memahami sikap yang diambil rekan-rekan mereka.
Situasi ini menimbulkan gambaran disharmoni antara eksekutif dan legislatif di Palopo. Banyak pihak menilai, seharusnya wali kota hadir untuk meredam potensi gesekan politik.
Kritik Tajam untuk Wali Kota Naili Trisal
Kritik pun mengalir deras kepada Naili Trisal. Absennya wali kota dinilai tidak hanya menghambat komunikasi politik, tetapi juga mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas.
“Rapat paripurna bukan agenda sembarangan. Ini forum resmi negara. Ketidakhadiran wali kota tanpa alasan yang jelas adalah hal yang sangat disesalkan,” ungkap salah satu anggota DPRD dari fraksi yang bertahan.
Potensi Dampak Politik ke Depan
Insiden ini diprediksi bakal berimbas pada hubungan eksekutif dan legislatif di Palopo. Tiga fraksi yang memilih walk out bisa saja mengambil langkah politik lebih jauh, termasuk menolak pembahasan kebijakan strategis yang diajukan pemerintah kota.
Selain itu, publik Palopo kini menyoroti kepemimpinan Naili Trisal. Banyak warga mempertanyakan komitmennya untuk hadir langsung dalam forum-forum penting yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Desakan untuk Segera Klarifikasi
Sejumlah tokoh masyarakat dan akademisi di Palopo mendesak wali kota agar segera memberikan klarifikasi terkait ketidakhadirannya. Tanpa penjelasan resmi, absensi ini dikhawatirkan akan menimbulkan spekulasi liar yang bisa memperkeruh suasana politik kota.
“Pemerintahan itu soal kepercayaan. Kalau wali kota tidak hadir, minimal ada penjelasan resmi yang masuk akal. Jika dibiarkan, ini bisa menjadi krisis legitimasi,” ujar seorang pengamat politik lokal.
Publik Tunggu Respons Naili Trisal
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Palopo belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan absennya wali kota. Sementara publik menunggu apakah Naili Trisal akan memberikan klarifikasi dan langkah perbaikan ke depan.





